Tingkatkan Akuntabilitas Layanan, Pemkot Tangerang Evaluasi Petugas MPP dan Siapkan Sistem Antrean Digital Canggih
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggelar rapat evaluasi komprehensif bagi seluruh petugas Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Tangerang pada Rabu, 27 Mei 2026. Pertemuan ini fokus pada dua agenda utama, yakni evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pelaksanaan pelayanan di MPP serta rencana implementasi sistem antrean baru yang lebih modern dan transparan.
Rapat evaluasi ini diikuti oleh petugas dari seluruh gerai (counter) pelayanan yang beroperasi di MPP Kota Tangerang, yang mencakup Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkot Tangerang, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga instansi vertikal (seperti Kepolisian, Kejaksaan, Imigrasi, dan Agraria/BPN).
Evaluasi Berkala Demi Menjaga Kualitas Mutu Layanan
Dalam rapat tersebut, ditekankan pentingnya menjaga konsistensi kualitas pelayanan publik yang ramah, cepat, dan responsif. Evaluasi berkala ini menjadi instrumen penting untuk memetakan kendala harian yang dihadapi petugas di lapangan, sekaligus menyelaraskan persepsi agar standar pelayanan minimal di setiap instansi tetap terjaga dengan baik.
Pemkot Tangerang berkomitmen agar MPP tidak sekadar menjadi tempat berkumpulnya berbagai jenis layanan, melainkan menjadi pusat integrasi pelayanan yang benar-benar memudahkan dan memberikan kepuasan bagi masyarakat.
Sistem Antrean Baru: Bisa Hitung Waktu Layanan Efektif
Salah satu terobosan besar yang dibahas dalam rapat ini adalah rencana penerapan sistem antrean digital baru di MPP Kota Tangerang. Sistem ini dirancang untuk membawa transparansi dan akuntabilitas pelayanan ke tingkat yang lebih tinggi.
Keunggulan Utama Sistem Antrean Baru: Sistem ini memiliki kemampuan canggih untuk menghitung waktu layanan efektif secara riil (real-time) per jenis layanan di masing-masing counter.
Melalui sistem baru ini, manajemen MPP dapat memantau secara presisi:
Berapa lama waktu yang dibutuhkan seorang petugas untuk menyelesaikan satu berkas permohonan.
Durasi waktu tunggu rata-rata yang dihabiskan oleh masyarakat sebelum dilayani.
Rasio kecepatan layanan antar-kounter dari berbagai instansi (OPD, BUMD, BUMN, dan instansi vertikal).
Basis Data untuk Kebijakan dan Penghargaan Petugas
Data durasi waktu layanan yang terekam secara otomatis oleh sistem ini nantinya akan dijadikan bahan evaluasi performa bulanan. Selain untuk mendeteksi bottleneck (penumpukan antrean) pada jenis layanan tertentu, data ini juga akan digunakan sebagai dasar pemberian apresiasi (reward) bagi petugas dengan performa paling efektif.
Dengan rencana implementasi sistem antrean pintar ini, Pemkot Tangerang berharap MPP Kota Tangerang terus bertransformasi menjadi role model pelayanan publik yang modern, akuntabel, dan berbasis data di Indonesia.